Sunday, June 03 2007
03.15 pm
Gue merebahkan badan gue di atas kasur single yang sementara ini harus gue gunakan, suka atau tidak. Beruntung per kasur ini jauh lebih baik daripada kasur king-sized tercinta gue, yang hanya menang dari ukuran kapasitas. Tapi entah mengapa, walaupun sebenarnya di atas kasur ukuran king itu gue tetap hanya tidur di salah satu sisinya, tetap saja gue merasa lebih nyaman untuk berada di atas kasur itu. Mungkin karena bila malam gue terbangun, maka gue bisa sejenak tertegun dan membayangkan siapa yang akan berada di sisi satunya lagi. Yah, dan kemudian gue bisa tertidur lagi dengan tersenyum dan berharap bisa memimpikan orang yang gue bayangkan.
Dan selain kasur, gue juga harus menerima keadaan bahwa gue harus tinggal di kamar ukuran 15 m2 ini, for good. Dulu di saat keluarga gue memutuskan untuk menjual rumah di Bintaro dengan kamar gue yang berukuran 21 m2 itu, gue masih optimis akan mendapatkan kamar pengganti yang layak, dan gue juga berpikir kalau gue akan tinggal di kamar kos yang berukuran 12 m2 itu hanya untuk waktu sementara. Tapi…
Satu hal yang sangat gue suka dari kamar baru gue; jendela dua sisi. Melalui dua jendela yang mengarah ke arah berlawaman dengan sudut 90 derajat ini, memungkinkan gue mengamati secara penuh sekeliling rumah gue, di tambah kamar gue ini terletak di lantai dua. Lebih asiknya lagi, setiap gue buka jendela, pemandangan pertama yang terlihat adalah pohon-pohon pinus dengan hembusan angina dingin yang menerpa wajah gue. Dan bila gue rela untuk membukanya sambil berdiri atau mendekatkan wajah gue ke jendela, gue bisa melihat taman kecil yang memotong boulevard jalan masuk komplek. Taman kecil ini tidak terlalu terurus dan hanya ditumbuhi rerumputan, tapi tetap saja warna hijaunya mampu membangkitkan mood gue.
Well, I think that I can live with this.
Ratusan ide telah memenuhi kepala gue untuk mendekorasi kamar ini. Pokoknya kamar gue ini harus memiliki aksen hijau di salah satu dindingnya, dan memiliki space yang memadai untuk meja kerja gue, jadi gue bisa meneruskan novel gue sembari melihat pohon pinus yang asri dengan hembusan lembut angin dingin.
Semoga pengorbanan gue yang harus menempuh 2 hampir dua jam perjalanan Jakarta-Bogor dan hampir 4 jam setiap harinya, bisa terobati dengan suasana di rumah. Dan semoga tidak ada drama tidak berarti lagi dari kedua orang tua gue.
05.30 pm
Gue beranjak dan melihat sebuah wajah. Wajah cokelat itu berbentuk oval, kedua alis tebalnya mendekat saat keningnya berkerut. Giginya pun terekspose saat senyumnya melebar. Dan tiba-tiba raut wajah itu kembali serius.
Wajah itu adalah bayangan gue di cermin, dan baru gue sadari kalau itulah tampang dan ekspresi gue di saat gusar.
Terlalu sunyi. Sangat sunyi dan membangkitkan mood gue untuk kembali menjelma sebagai drama queen. Tapi gue bertahan. Bertahan dengan semua pemikiran logis gue. Tapi ternyata sulit.
“Mamaaaaaaaah…”, sebuah sms gue kirim ke sahabat gue.
Gue merasa sedikit frustrasi, gusar, sekaligus nyaman. Nyaman karena akhirnya gue berada di kamar gue sendiri lagi. Frustrasi karena gue merasa terblokir lagi di kamar gue ini, dan khawatir akan drama-drama yang mungkin timbul. Gusar memikirkan kehidupan percintaan gue. Dan sekali lagi, gue pantas dinobatkan sebagai DRAMA QUEEN.
I'm awake in the afternoon
I fell asleep in the living room
it's one of those moments
when everything is so clear
before the truth goes back into hiding
I want to decide 'cause it's worth deciding
to work on finding something more than this fear
It takes so much out of me to pretend
tell me now, tell me how to make amends
maybe, I need to see the daylight
leave behind the half-life
don't you see I'm breaking down?
Oh lately, something here don't feel right
this is just a half-life
is there really no escape?
no escape from time
of any kind
I keep trying to understand
this thing and that thing, my fellow man
I guess I'll let you know
when i figure it out
And I don't mind a few mysteries
they can stay that way it's fine by me
But you are another mystery i am missing
It takes too much out of me to pretend
maybe, I need to see the daylight
leave behind the half-life
don't you see I'm breaking down?
Oh lately, something here don't feel right
this is just a half-life
is there really no escape?
no escape from time
of any kind
well come on lets fall in love
well come on lets fall in love
come on lets fall in love
again
'cause lately something here don't feel right
this is just a half-life,
without you I am breaking down
Oh wake me, I want to see the daylight
save me from this half-life
let's you and I escape
escape from time
well come on lets fall in love
well come on lets fall in love
come on lets fall in love
again
-Duncan Sheik, Half Life –
June 04, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment