Gue paling benci musuh dalam selimut! Sering gue temui pertanyaan; “Apakah kita mau berpacaran dengan pacar sahabat?”, di bulletin board Friendster. Jawaban gue adalah, mungkin kalau mereka sudah putus, tapi kalau pun mungkin, gue tidak mau? Untuk apa?! iya kalau sahabat kita mau memaklumi yang ujung-ujungnya justru membahas “service” si orang ini, dan dibanding-bandingkan waktu sama sahabat kita dulu dan sama kita sekarang. Males kan?! Lagian masih banyak kok orang-orang single lucu di luaran sana.
Tapi gimana kalau sebaliknya? Mau tidak berpacaran dengan sahabat mantan kita? Well, yang ini tidak akan gue jawab. Karena gue pernah terjebak di situasi ini *dijawab juga*. Thank God, sahabat mantan gue ini punya pikiran yang sama dengan gue; UNTUK APA?!
Nah, gue punya kenalan satu orang yang sengaja seperti itu; berpotensi untuk berpacaran dengan sahabat mantan. Dan gue sendiri dulu sempat terjebak jatuh cinta sama dia. Untung gue terselamatkan.
--
Minggu sore, ditengah mati suri gue, seorang sahabat gue menelpon. Dia mengklaim dirinya sebagai extrovert-king, tidak heran kalau curhatnya bisa panjang lebar.
Intinya sebagai seorang yang extrovert dan punya banyak teman, dia memiliki masalah yang cukup serius dengan pacarnya yang sangat introvert dan malas bersosialisasi.
Sang pacar selalu mengeluh dan marah apabila mereka sedang jalan berdua, sahabat gue ini selalu bertemu dengan teman-temannya dan akhirnya mereka berjalan dengan satu kelompok besar.
Setelah curhat panjangnya selesai, gue hanya memberikan komentar yang simple; how lucky you are!
Having a cute-introvert-not-bitch-who-love-you-for-you-only boyfriend is such a bless! He should realize this.
Dan berceritalah gue tentang gebetan gue dulu ini; dia yang selalu bersemangat mengajak gue jalan hanya untuk bertemu dengan teman-teman gue. Awalnya gue senang, karena dia bisa beradaptasi dengan baik dengan teman-teman gue. Tapi, ketika dia mulai mengabaikan keberadaan gue, tidak mengacuhkan gue, dan tetap asik dengan teman-teman gue, itu adalah masalah besar!
Belum lagi, ini berarti memberikan dia kesempatan untuk jd seorang back-stabber, dengan korbannya adalah gue! What a bitch!!!!
Makanya, gue suruh sahabat gue itu untuk bersyukur, dan segera mengkomunikasikan masalah ini dengan pacarnya. Nothing can’t be compromised!
--
Balik lagi ke pernyataan gue sebelumnya; apa mau berpacaran dengan sahabat pacar/mantan? Kini pertanyaannya berkembang menjadi; kok ada yang mau yah berpacaran dengan sahabat pacar/mantan?! *beda kasus sama gue!!* Apalagi kalau memang dari awal dia hanya ingin memanfaatkan pacarnya untuk mendapatkan pacar yang lebih baik.
One word for this kind of guy; HOE!
And I was almost be one of them!! Thank God, You saved me!
Sekarang gimana dengan orang yang suka merebut pacar orang? Buat gue, orang jenis ini lebih sportif! Artinya mungkin suatu saat gue bisa seperti ini, atau bila suatu saat pacar gue direbut, gue akan terima. Selama yang merebut itu bukan sahabat/teman gue. Lagian lebih nyaman berhadapan dengan seseorang yang terang-terangan menjadi musuh kita, daripada dengan seseorang yang menjadi musuh dalam selimut.
Pokoknya; jangan sampai suatu saat nanti, sahabat gue yang telah pacaran dengan pacar gue menelpon dan meminta maaf, kemudian bilang: “Pantas loe dulu tergila-gila sama dia, ciumannya ok loh!”. *gubrak*
So, if I had to choose between foe or hoe, I would choose a cat!
MIAUUUUWW..... yuu'
March 12, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment