Gue tertawa dan bingung. Hanya itu yang bisa gue lakukan kalau berada di tengah-tengah sesi kelas body jam. Entah kenapa gue menuruti kata-kata teman gue untuk mengikuti kelas itu. Mungkin karena malam itu gue ingin merasa sedikit bitchy. Apalagi sekarang gue memutuskan untuk menjaga sikap gue, tidak ingin terlalu terlihat sedang flirting.
Akhirnya gue berhasil mengeluarkan ke-bitchy-an gue di saat-saat terakhir. Walaupun gerakan gue tetap jauh banget dari sempurna, tapi gue merasa diri gue sudah bisa menyesuaikan diri dengan ritme musik. Dan gue sukses berkeringat, whether itu karena gerakan gue atau karena kebanyakan tertawa, tidak penting buat gue! Yang penting gue terlihat sukses mengikuti kelas itu dengan berkeringat.
Setelah kelas selesai, gue langsung bergegas menuju ke lobby untuk membuat secangkir teh manis hangat. Gue membayangkan betapa nikmatnya, bila setelah berkeringat dan ber-bitchy ria, gue bisa memperhatikan pria-pria lucu sambil menyeruput teh manis hangat. Dan semoga tidak bertemu dengan geromobolan pria-pria-lucu-tapi-sombong itu lagi.
Tapi, baru selangkah berjalan keluar kelas. Sahabat gue langsung mencegat jalan gue, dan memberitahukan gue kalau pria yang duduk di depan kelas, tadi memperhatikan gue dengan seksama saat gue keluar kelas. Gue langsung mengaktifkan cutegaydar gue. Hanya ada dua pria yang duduk di bangku depan kelas, dan tidak dari satu pun dari mereka yang lucu. Kecewa. Tapi teman gue langsung meng-adjust alignment cutegaydar gue dengan menunjukkan pria-keturunan-arab-bertubuh-gempal-LUCU yang sedang duduk di bawah, ikut antrian kelas berikutnya; aerobik.
Tapi entah kenapa, atau mungkin karena kadar narcisstic gue sudah semakin parah. Gue tidak merasakan apa-apa. Tapi gue tetap menyetujui ide teman gue yang mengajak gue untuk latihan alat dulu supaya nanti bisa melewati dia lagi. Walaupun lemas, gue memaksakan diri untuk latihan sit-up. Dan akhirnya gue menyerah dan segera menyetujui ketika akhirnya teman gue juga mulai jenuh dan mengajak gue untuk mengikuti kelas berikutnya di lobby; kelas gossip!
Sekali lagi gue berjalan melewati dia, dan dia melihat gue saat gue meliriknya. Gue tersenyum padanya. Dan dia tetap melihat gue dengan tatapan tanpa ekspresinya, gue segera memalingkan muka. Tapi gue senang.
And there's something about you
That makes me fly
You're a heart attack,
just the kind I like
Setelah beberapa menit tertawa sambil menyeruput teh manis hangat, mengomentari semua pria lucu dan wanita cantik *iya, wanita cantik; gue sekarang mulai membiasakan diri untuk memperhatikan wanita lagi*, dan melihat pria-arab-lucu tadi menari aerobik dengan gaya yang begitu menggemaskan; salah satu teman gue meneriakkan sebuah nama. Dia memanggil si straight-front-desk itu yang sedang berjalan menuruni tangga. Seketika, spontan, gue langsung menjaga sikap. Haha!
Dan ternyata dia tidak menegur balik ke teman-teman gue, tapi justru malah bertanya ke gue, yang saat itu lagi melepas kacamata.
“Kelihatan gak?”
“Kelihatan kok, gak pengaruh juga pakai kacamata atau gak.”
“Kelihatan gantengnya?”
Dan dengan kesadaran penuh, gue jawab;
“Iya kelihatan.”
There's something about you,
tears me inside out
whenever you're around
There's something about you
Speeding through my veins
AND THEN we hit the ground
there's something about this rush
Take it away
It made me feel so good
I got a feeling
*senyum lebar*
Dia pun melangkah pergi, dan gue hanya bisa tersenyum-senyum sendiri.
Love *ehm.. lust*; comes when it’s least expected! It sure does… ☺
.. and I just can’t get enough!
-- the lyrics are taken from one of New Radical's songs; Mother, We Just Can't Get Enough --
March 16, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comment:
boooooooooo...
ganteng yaaaaaaaakkkk????
huahahahahaha
Post a Comment