March 15, 2007

being a new-gay-boy on the block, it's just that hard

Beberapa hari terakhir ini gue berpikir; apa gue bersama dengan orang-orang yang tepat? Kemudian gue jadi merindukan orang-orang yang dahulu bersama gue. Dahulu bukan berarti sekarang tidak. Tapi sudah lama sekali gue tidak bertemu dengan mereka.

Gue telah menghabiskan banyak waktu dengan orang-orang yang sekarang. Banyak kegembiraan, keriaan, tawa-canda, dan hal-hal menyenangkan lainnya. Satu hal yang luput dari pemikiran gue; I might not belong here.

Gue adalah orang baru yang baru saja berhasil menyesuaikan diri dengan orang-orang yang ada di sekeliling gue sekarang. Dan saking terlenanya, gue sampai melupakan orang-orang yang dulu biasa berada di sekeliling gue. Sampai tiba saatnya, gue sadar kalau gue bukan siapa-siapa di lingkungan baru ini.

Gue hanya bocah baru, yang terbawa ke tengah-tengah kumpulan mereka, dan titik. I’m nothing! *except I’m the only gay-boy in the neighborhood*

And when they have already consider me as nothing, any efforts I have made to get me into, at least, one thing, would be useless.

Ini namanya hukum alam;

Kita tidak bisa menerobos begitu saja dan masuk menjadi bagian dari orang-orang yang telah membangun tembok yang kuat di antara mereka. Mungkin kita diijinkan masuk, tapi tidak lebih dari itu. Kita hanya bisa diam dan menerima.

Gue pikir gue spesial karena berada di antara orang-orang ini. Gue pikir gue begitu berarti karena dapat menghibur mereka. Gue pikir.. gue pikir.. dan.. gue pikir!!

Tapi entah mengapa, di tengah-tengah kegembiraan itu gue tetap merasa kesepian, gue tetap merasa terisolasi. Dan semuanya semakin terasa ketika gue mulai merasa kehilangan tempat tumpuan, di mana orang-orang menghargai keberadaan gue, menginginkan gue, dan peduli terhadap masalah yang gue hadapi.

Gue akan berhenti berasumsi dan mulai melihat kenyataan dari luar.

This gay-boy is not more than just a gay!

No comments: